Minggu, 03 Januari 2016

Pantai Nibung Indah Keindahan yang Mulai Memudar

Pantai Nibung Indah

Keindahan yang Mulai Memudar

Pulau Bunyu merupakan pulau yang turut berkontribusi dalam hal tambang dan migas kepada Negara Indonesia. Di tengah potensi sumber daya alam yang besar, Pulau Bunyu juga menyuguhkan panorama alam yang mempesona. Salah satunya adalah Pantai Nibung Indah.


 Pantai ini merupakan salah satu destinasi wisata di Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Pantai ini terletak di desa Bunyu Timur yang dapat di tempuh selama 15 – 20 menit perjalanan dari pusat pulau. Pantai ini juga ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan asing. Dan semakin ramai dikunjungi saat hari libur tiba.

Pantai yang terbentang sekitar 2 km ini menawarkan berbagai keindahan. Mulai dari keindahan pemandangan serta keberagaman hayatinya.

Di pantai ini, masih dapat ditemukan keberagaman hayati yang beragam. Seperti ganggang perang dan ganggang coklat. Selain itu ada juga organisme-organisme kecil dari filum mollusca dan crustacea serta pisces yang turut menyumbang keberagaman hayati yang terdapat di pantai ini. Pantai ini juga menyuguhkan panorama yang indah dengan hamparan pasir putih yang menutupi area pantai. 


Banyak orang yang sering datang menikmati panorama keindahan yang telah tersuguhkan tersebut. Namun, tidak banyak masyarakat yang tahu apa maksud dari nama pantai ini. 

Seperti yang telah diketahui, pantai ini bernama Pantai Nibung Indah. Dinamakan seperti ini dikarenakan banyaknya pohon nibung yang terdapat di pantai ini. Pohon nibung merupakan tumbuhan yang masih berkerabat dekat dengan pohon palem. Nama latinnya adalah Oncosperma tigillarium.

Pohon nibung memiliki batang yang tidak bercabang  dan daun yang majemuk menyirip tunggal dengan duri berwarna hitam yang melindungi batang dan daunnya. Pohon ini juga dapat mencapai tinggi 25 meter dan dapat berkumpul hingga 50 batang.

Pohon nibung ini juga memiliki banyak manfaat. Diantaranya batang yang digunakan sebagai bahan bangunan untuk lantai dan pagar rumah. Serta daun yang digunakan untuk atap rumah dan anyaman keranjang.


Selain kurangnya pengetahuan masyarakat tentang keberadaan pohon nibung ini, masyarakat juga sering mengabaikan kondisi lingkungan di area pantai ini. Sehingga, pantai ini tidak terawat. Keindahan yang disuguhkan pun mulai kehilangan pesonanya dikarenakan area pantai yang kurang bersih.

Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang berwisata ke Pantai Nibung lupa akan kewajiban menjaga dan merawat pantai. Ini dapat di lihat dari banyaknya sampah yang terdapat di sekitar pantai, padahal tempat sampah telah disediakan oleh Pemda setempat. 


Selain wisatawan yang kurang bertanggung jawab, kegiatan pertambangan juga mempengaruhi keindahan pantai ini. Dengan adanya aktivitas tambang yang beroperasi tak jauh dari daerah pantai turut menjadi faktor yang membuat pantai nibung mulai kehilangan keindahannya. Ini dapat dilihat dengan banyaknya serpihan-serpihan dan bongkahan batubara di sepanjang bibir pantai.

Beberapa tahun belakangan, aktivitas tambang ini menjadi faktor kerusakan alam di Pulau Bunyu. Salah satunya faktor kerusakan bagi destinasi wisata di Pulau Bunyu ini. Aktivitas tambang yang dimaksud adalah aktivitas pertambangan batubara yang kurang memperhatikan keseimbangan alam di daerah tersebut.

Aktivitas tambang ini memberikan kontribusi yang besar bagi warga lokal diantaranya adalah dengan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat di samping Perusahaan Migas yang juga beroperasi di daerah ini. Namun tak dapat dipungkiri bahwa aktivitas tambang ini juga turut andil memberikan bencana dan kerusakan pada daerah ini. 


Dengan hal ini diharapkan bagi warga setempat untuk selalu menjaga kebersihan, melindungi serta merawat Pantai Nibung. Jangan bersikap apatis dan tidak peduli. Malah sebaliknya, masyarakat harus saling berbondong-bondong menjaga dan merawat pantai ini sehingga menjadi tempat wisata yang indah, bersih dan nyaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar